Senin, 16 April 2012
Kamis, 12 April 2012
Sabtu, 03 Maret 2012
Menanti Kunci Nunun Nurbaiti
Menjelang berakhirnya masa bakti Busyro Muqoddas dan kawan-kawan,
ada kado istimewa yang mereka berikan untuk republik ini. Aktor utama dalam
kasus pemberian cek perjalanan pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia menuai jalan terang setelah sekian lama sempat buntu.
Nunun Nurbaiti sebagai penyandang dana dalam dugaan penyuapan
kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat tahun 2004 berhasil ditemukan setelah
sekian lama menghilang bak ditelan bumi. Dugaan suap yang Nunun lakukan terkait
dengan pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang dimenangi Miranda S
Goeltom. Nunun Nurbaiti diduga membagi-bagikan uang kepada anggota komisi XI
DPR periode 1999-2004 demi memuluskan laju perjalanan Miranda menakhodai biduk
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Nunun ditangkap KPK, Sabtu 10 Desember 2011, di pesawat Garuda yang
menerbangkan Nunun dari Bangkok, Thailand ke Jakarta. Nunun ditangkap
kepolisian Thailand pada Rabu Malam 7 Desember, tepatnya disebuah rumah
berlantai dua yang disewa Nunun di distrik Suphan Sung, Bangkok. Sebelum
diserahkan ke KPK Nunun ditahan di Safe House Milik kepolisian Thailand
Sayang seribu sayang Nunun yang
kita nanti untuk membongkar semua kebobrokan pada pemilihan DGS itu belum
bisa memberikan keterangan lebih mendalam. Saat diperiksa KPK, kondisi Nunun
melemah dan kolaps. Akhirnya Istri Adang Daradjatun itu dilarikan ke Rumah
Sakit Metropoilitan Medical Center, Kuningan, Jakarta sebelum dipindahkan ke RS
polri Kramat Jati.
Kita berharap tidak ada rekayasa dalam kasus ini, semuanya
berjalan terbuka dan apa adanya. Kita
berharap Nunun bisa terbuka dan kooperatif sehingga KPK bisa menemukan dalang
yang mengatur skenario pemberian cek perjalanan melalui Nunun. Semoga dengan tertangkapnya
aktor utama dalam kasus ini bisa memberikan terowongan panjang untuk mencari
aktor intelektual kasus pemberian cek perjalanan itu.
Masyarakat
tidak ingin kasus ini berhenti di Istri Adang Daradjatun saja tapi masyarakat
ingin mengetahui siapa saja yang diuntungkan dengan pemberian cek perjalanan
itu. Rakyat selalu berharap aktor intelektualnya juga bisa disentuh hukum, KPK
tidak hanya bisa membumi hanguskan korupsi-korupsi yang dilakukan kelas terinya
saja. Namun, kelas kakapnya juga bisa dijerumuskan kedalam jeruji besi.Jumat, 02 Maret 2012
Surat Kecil untuk Ibu
Dalam sebuah keluarga ibu
sering diidentikkan sebagai
“Manager” rumah tangga. Entah itu
manager dalam bidang keuangan ataupun manager SDM. Secara keuangan ibu atau istri adalah orang yang
selalu mampu menentukan mana yang menjadi prioritas utama dalam rumah tangga.
Ibu akan lebih banyak memikirkan kondisi keungangan keluarga, ibu akan lebih
banyak mengendalikan keungan yang telah dihasilkan sang ayah, ia harus berfikir
seribu kali dulu sebelum membelanjakan uang hasil kerja keras suaminya tersebut.
Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia keluarga, ibu adalah yang lebih banyak mengetahui
perkembangan anak-anaknya. Semua perkembangan yang seseorang lalui ibulah yang
paling awal mengetahuinya. Mulai dari memberikan nutrisi sejak mengandung
hingga mengajarkan banyak hal buat anak untuk menggapai impiannya.
Ketika mengandung, ibu sudah berupaya keras memberikan nutrisi yang
terbaik untuk janin. Begitu pula ketika bayi telah lahir, ibu terus memberikan
yang terbaik untuk anak-anaknya, ibu juga tak pernah lelah untuk mendidik dan
mengajari berbagai hal kepada anaknya. Ibu selalu bersabar dan berharap menanti
tumbuh kembang anaknya.
Ibu adalah orang pertama yang mengajari banyak hal, mulai dari
duduk, berdiri, berjalan, berlari dan bahkan membaca serta menulis. Ibu pula
yang “membentuk” Karakter anak dengan pola didiknya. Maka tidak heran banyak
orang yang sering berujar dengan bangga mengatakan “di balik kesuksesan
seseorang selalu ada peran wanita di belakangnya” Wanita disini bisa
diterjemahkan sebagai ibu ataupun istri.
Salah satu tauladan yang bisa kita tiru adalah Martha Tilaar,
sebagai owner dan founder Martha Tilaar Group tidak hanya sukses membangun
kerajaan bisnis kosmetika hingga ke mancanegara, namun ibu ini juga sukses
mengantarkan sang anak (Wulan Tilaar) ke jenjang pendidikan tinggi hingga post
graduate dari Boston University di Amerika Serikat
Selain itu, tentu masih banyak ibu Martha Tilaar yang lainnya.
Sosok ibu yang selalu mementingkan kebutuhan anaknya. Sosok ibu yang peduli
terhadap perkembangan anak-anaknya. Sosok ibu yang rela berkorban apa saja
untuk anaknya, sosok ibu yang selalu setia mengantarkan sang buah hati hingga
ke punjak tertinggi yang bisa diraihnya.
Bukan seorang ibu yang bisa menyuap hakim dan jaksa demi menjaga
aset kekayaan yang terus mempesona, bukan pula ibu yang leluasa membagi-bagikan
cek perjalanan untuk para Anggota DPR hanya untuk mendapatkan kedudukan
strategis di negara. Tidak juga ibu yang
harus melarikan diri ke berbagai negara hanya untuk melindungi sejumlah dokumen
rahasia yang ia ketahui.
Bukan pula ibu yang rela menggugurkan janinnya dalam kandungan
hanya karena takut terbukanya aib yang
telah ia lakukan, bukan pula ibu yang dengan tega membuang anaknya di bak
sampah karena tak tahu siapa ayah biologis sang anak sebenarnya. Apalagi ibu
yang rela memberikan racun di dalam makanan anak-anaknya hanya karena tak kuasa
lagi menjalani hidup yang terus melilit.
Pada momen hari ibu tahun ini, sudah sepantasnya seorang ibu
kembali kepada kodrat nya sebagai wanita, ibu yang selalu mengucurkan peluh untuk
anak agar bisa menjadi tawa bahagia. Ibu yang selalu mempersembahkan yang
terbaik untuk anak-anaknya. Ibu yang mampu memanejemen anggota keluarganya demi
satu tujuan yakni keluarga sakinah, mawaddah, warohmah.
Rabu, 14 Desember 2011
MENUNGGU CEKRAMAN KUAT ABRAHAM SAMAD
Gambar : Foto Pejabat KPK Bersama Presiden dan Wapres Republik Indonesia
ketika Pelantikan Ketua KPK masa Bakti 2012 -2015
Babak baru di KPK segera dimulai. Tepat pada tanggal 02 Desember 2011, Abraham Samad terpilih sebagai ketua KPK. Ia didampingi Bambang Widjonjanto, Adnan Pandupraja dan Zulkarnain yang bersamaan terpilih sebagai unsur pimpinan KPK, serta Busyro Muqaddas yang harus turun satu tangga dari Ketua KPK menjadi Wakil Ketua KPK.
Dalam rapat yang dihadiri 56 anggota komisi III DPR itu, Abraham
Samad mengantongi 55 suara seperti yang juga diperoleh Bambang Widjonjanto.
Sedangkan Adnan meraih 51 suara dan Zulkarnain 37 suara.
Dalam proses pemilihan Ketua KPK, DPR sepakat memilih Abraham
dikarenakan ia masih bersih dari kontaminasi partai politik dan memiliki visi dan
misi yang lebih jelas dibandingkan calon ketua yang lain.
Bambang tidak dipilih karena diduga memiliki hubungan yang kuat
dengan penggiat gerakan kemasyarakatan sehingga akan menimbulkan kurang
independen. Adnan dan Zulkarnaen tidak diunggulkan karena pertimbangan mereka memiliki
kedekatan dengan polisi dan kejaksaan. Busyro tidak diminati karena dinilai
terlalu banyak berwacana dan masih sedikit berbuat nyata.
Selain itu, enam fraksi yang terdiri dari F-PG, F-PDIP, F-PKS,
F-Hanura dan F-Partai Gerakan Indonesia Raya sepakat memilih Putra Makassar itu
sebagai ketua karena bersedia menandatangani pakta integritas yang disodorkan
partai Hanura. Isi pakta integritas itu antara lain bersedia mengusut empat
kasus besar yang masih mandek di KPK, yakni pemberian dana talangan kepada Bank
Century, pemberian cek perjalanan pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia, Mafia Pajak dan korupsi pembangunan wisma atlet di Palembang.
Lembaran baru telah dibuka,
babak baru telah dimulai, orang-orang terbaik telah diberikan amanah untuk
menyelesaikan permasalahan korupsi yang membelit negeri ini. Sekarang saatnya
masyarakat menunggu dan mengawasi kinerja mereka, melaporkan korupsi yang mereka
lihat dengan mata dan kepala. Bukan malah terus mencurigai mereka dan bersikap
pesimis terhadap kinerja yang akan mereka lakukan.
Mestinya masyarakat memberikan waktu kepada yang diberi amanah
untuk bekerja, bukan terus mencurigai, sebab mereka bukan titisan Tuhan yang
tanpa dosa. Seyogyanya masyarakat memilih wait and see terlebih dahulu,
kemudian baru mengevaluasi bagaimana mereka bekerja.
Masyarakat Indonesia menunggu sosok pimpinan KPK yang tetap gagah
dan tidak melemah ketika harus berbenturan dengan tingginya tembok besar
kekuasan istana. Rakyat mendambakan
pimpinan KPK yang beraksi nyata bukan hanya terus berwacana.
Kami menunggu cengkraman kuatmu Abraham Samad.
Jumat, 25 November 2011
PAHLAWAN MUSIMAN
Logo Sea Games 2011
Euvoria kegembiraan SEA Games sungguh menggelegar diseluruh penjuru nusantara. Setiap hari kita tak sabar duduk didepan pesawat televisi untuk menyaksikan atlet Indonesia bertarung untuk mengharumkan nama besar Indonesia. Bahkan, walau telah menyaksikan secara langsung diarena, kita juga tak mau beranjak dari pesawat televisi ketika ada pemberitaan tentang perhelatan ter-akbar di ASEAN itu. Secerca harapan selalu terlintas di benak kita, semoga perolehan medali Indonesia semakin bertambah.
Tiap kali atlet kita meraih
emas dan bendera Merah putih dikibarkan, tiap kali itu pula kita tergetar
dengan dengan mata membasah menahan haru menyaksikan para pahlawan olahraga
Indonesia yang memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Suasana seperti
ini membuat hari-hari masyarakat Indonesia dalam bingkai nostalgia.
Ditengah impitan nasib sebagian masyarakat Indonesia yang dibawah
garis kemiskinan, aksi para atlet Merah putih itu mengubah segala problema
hidup sejenak terlupa. Ditengah kegelisahan terhadap maraknya praktek korupsi
diantara para pejabat negeri ini, para pahlawan olahraga itu memberikan
dorongan semangat bagi ke-Indonesiaan kita. Ditengah banyaknya carut-marut
permasalahan hukum yang tak pernah terselesaikan negeri ini, para pejuang lapangan itu menyihir semua masalah
yang ada laksana ditelan bumi.
Dimanapun pesta itu dihelat,
medali terus mengalir kepada tim Indonesia bak sungai Begawan Solo pada
musim hujan. Ini terbukti semenjak Indonesia ikut serta dalam pesta sport
bangsa-bangsa se-Asia Tenggara itu (1977), pasukan merah putih langsung menjadi
jawara. Bahkan, ketika Indonesia “dicurangi” Thailand pada tahun 1995, lagu karya WR Supratman itu tetap sering
berkumandang.
Pada tahun 1977 Indonesia
menapaki puncak kejayaan. Hal itu dibuktikan dengan merebut hampir 200 keping
emas untuk mengukuhkan diri sebagai raja diraja di Asea Tengara dalam bidang
olahraga. Tatkala itu, kaset lagu “Indonesia Raya” sampai bergoyang saking
seringnya diputar.
Daftar Negara peraih Juara Umum Sea Games
Daftar Negara peraih Juara Umum Sea Games
Ketika perhelatan besar itu selesai, jasa-jasa para pahlawan
olahraga itu kian hari kian memudar. Perlahan-lahan mereka terlupakan,
perlahan-lahan mereka terabaikan, jasa mereka tidak dihargai dan tidak dijadikan
sebuah kebanggaan.
Mungkin mereka bisa diibaratkan dengan pedagang kaki lima (PKL).
Mereka tak terurus secara layak dalam birokrasi negara. Dalam negara kita,
pedagang kaki lima sering disebut sebagai golongan “katup pengaman”. Kala resesi
melanda, kaum PKL dianggap sebagai penyelamat dan pengaman karena tetap mampu menngerakkan roda ekonomi
secara masif.
Namun dalam suasana yang sama mereka harus berlari-lari agar tak
tertangkap SATPOL PP, mereka dikejar-kejar petugas keamanan, mereka tak diberi
tempat yang layak, wilayah dagang mereka dikooptasi dengan mal dan
gedung-gedung bisnis.
Walau tidak seburuk demikian,
namun seperti itulah gambaran yang dialami para pahlawan olahraga itu. Ketika
mereka berlatih, sulitnya mendapatkan biaya pelatihan yang lebih profesional.
Ketika mereka diarena, tangan-tangan birokrasi dan finansial kurang memadai.
Ketika mereka selesai mengharumkan nama bangsa, cucuran keringat hanya dibalas
dengan bonus ketika mereka menjadi jawara. Lebih parah lagi, ketika kekalahan
menerpa, kecaman publik akan bertubi-tubi datang. Bahkan, mereka sering
dijadikan kambing hitam penyebab kekalahan.
Semakin jauh kita meninggalkan perhelatan akbar itu maka cucuran
keringat mereka akan semakin ditinggal, mereka dilupakan, mereka ditelantarkan.
Mereka hanya dijadikan pahlawan dimusim gemilang.
Negara, dalam hal ini pemerintah, layak berterima kasih kepada para
pahlawan olahraga yang sudah mengharumkan nama bangsa di panggung internasional
tersebut. Atas jasa yang telah tertoreh, tidak sepantasnya kita memarginalkan
mereka ketika tenaga kuat itu menjadi lemah. Negara tak seharusnya meninggalkan
mereka, ketika keringat deras itu tak lagi dikucurkan. Negara mestinya tidak
melupakan mereka ketika sarung tangan tak dipasang lagi. Sebab hidup mereka
praktis hanya didedikasikan untuk negara.
Lukisan ilustrasi Pahlawan Indonesia
Bukan hanya saat mereka gemilang, melainkan juga ketika mereka tak lagi mampu berlari, berlomba, dan bertanding. Negara sepatutnya memperhatikan kehidupan atlet selepas mereka mengakhiri pengabdian diberbagai arena.
Sambil bernostalgia dalam kegemilangan dunia olahraga Indonesia di
Ajang SEA Games, para penentu kebijakan dan birokrat negeri ini hendaknya mulai
memikirkan dan bergerak mempersiapkan kehidupan para pahlawan olahraga
Indonesia dimasa mendatang. Sebab para penentu kebijakan dan birokrat negeri
ini juga menikmati sorotan lampu berkat penampilan cemerlang para pahlawan
olahraga itu.
Penulis adalah Ade Saputra Piliang
Mahasisiwa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta asal Kampar -Riau
Rabu, 02 November 2011
Peristiwa bersejarah di bulan November
Peristiwa
bersejarah di bulan November
Bulan November asal katanya dari bahasa Latin, Novem yang
artinya sembilan. Dulunya bulan November ada 29 hari. Namun di zamannya Kaisar
Roma Julius Cesar merubah menjadi 30 hari.
Tradisi Masyarakat dibulan November
Ø Di Inggris ada tradisi kuno pada bulan ini yaitu memotong hewan
ternak menjelang musim dingin.
Ø Di Amerika Serikat, pada minggu keempat pada hari kamis orang-orang
saling memberi dan mengucapkan terimakasih tradisi ini sering disebut dengan
nama thanksgiving.
Tanggal yang bersejarah di bulan November
4 November
Ø Majalah Nature sebagai majalah ilmiah tertua di dunia terbit
untuk pertamakali. November 1869.
Ø Revolusi Jerman dimulai saat empat puluh ribu pelaut merebut
pelabuhan di Kiel, November 1918
Ø Phlawan Nasional H.Agus Salim wafat di Jakarta, November 1964
5 November
Ø Garret Augustus Morgan pertamakali memancang Lampu merah di
Wolverhampton Inggris, November 1927
6 November
Ø Mpu Panuluh dan Mpu Sedah selesai menulis Kitab Kakawin
Bharatayuddha dalam bahasa Jawa Kuno atas perintah Prabu Jayabhaya, November 1157.
Ø Pahlawan perempuan asal Aceh, Cut Nyak Dhien wafat, November 1908.
7 November
Ø W.S. Rendra seorang penyair
Indonesia dilahirkan, November 935
9 November
Ø Tembok Berlin yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur dibuka
oleh pemerintah Jerman Timur, November 1989.
10 November
Ø Pertempuran heroik di Surabaya. Pemuda Surabaya yang dimotori oleh
Bung Tomo dan Gubernur Suryo mempertahankan kedaulatan dan kehormatan NKRI dari
serangan tentara Sekutu yang mengepung dari darat, air, dan udara, November 1945
11 November
Ø Perang Dunia I berakhir pada jam ke 11, hari ke 11, bulan ke 11
pada tahun 1918, November 1918
22 November
Ø Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy ditembak di kota Dallas
Amerika Serikat, November 1963
23 November
Ø Anthony Trollope Seorang karyawan Kantor Pos membuat ide sebuah
tempat untuk menerima surat yang diletakkan di tempat umum yang merupakan cikal
bakal Kotak Pos, November 1852.
25 November
Ø Alfred Nobel berhasil membuat dinamit dengan mencampur
nitrogliserin dengan batu kapur berpori-pori, November 1867.
Langganan:
Postingan (Atom)



